FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT KOMUNIKASI
Disusun untuk memenuhi tugas
matakuliah
KOMUNIKASI BISNIS
HAMBATAN KOMUNIKASI

Dosen:
Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd
NIDN. 0307067203
Oleh:
Aisyah
Novianti (20153124340350009)
Novi Andriyani
(163124340350010)
Fakultas Ekonomi
Program Studi Akuntansi
U n i v e r s i t a s M p u T a n t u l a r
Jl. Cipinang Muara Besar No 2 Jakarta Timur
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulilllah kami haturkan Kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Hidayahnya yang diberikan kepada kami
sehingga dapat merampungkan tulisan ataupun makalah yang menjadi tugas kelompok
kami.
Makalah ini merupakan salah satu
tugas pada mata kuliah Komunikasi Bisnis dengan dosen yaitu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd.
yang
dipercayakan kepada kelompok kami yang pada dasarnya mengulas tentang Faktor-Faktor
Yang Menghambat Komunikasi yang secara garis besarnya membahas tentang
hal-hal yang dapat menghambat komunikasi.
Kami menyadari bahwa dengan
keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki, materi ulasan yang
kami sajikan masih jauh dari kesempuranaan dalam hal ini masih sangat sederhana
sehingga tentunya tak akan luput dari kesalahan dan kehilafan. Oleh karena itu,
kami menghargai segala bentuk masukan dan kritik dari rekan-rekan ataupun pihak
lain untuk lebih membangun dan menyegarkan wawasan yang lebih bijaksana di
tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang kompetitif.
Tidak ada kata yang patut kami
ucapkan selain rasa terima kasih yang mendalam bagi dosen yang telah memberikan
bimbingan dan arahannya yang insya Allah kelak menjadi pengalaman yang sangat
berharga dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa pula kami mengucapkan terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan
tugas makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana yang
kami harapkan.
Jakarta,
30 Maret 2017
Penyusun.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seperti yang kita ketahui bersama jika komunikasi merupakan elemen terpenting yang
diberikan tuhan kepada manusia, karena dengan komunikasi kita menjadi mahluk
hidup bukan benda lagi, komunikasi bisa menghidupkan nyawa sosial yang menjadi
harapan kita untuk tetap berperan sebagai manusia
Selain komunikasi ada juga faktor penting yang harus
kita lakukan, yaitu bisnis, yah bisnis, karena dengan bisnis kita bisa
menghasilkan simbiosis mutualisme untuk memenuhi kebutuhan dan hasrat hidup
kita sebagai manusia.Jika komunikasi adalah elemen yang membedakan kita sebagai
makhluk hidup dengan benda, bisnis juga merupakan elemen penting yang tidak
hanya membedakan kita dengan benda, tetapi juga membedakan kita sebagai manusia
dengan hewan.
Nah, jika kita gabungkan dua kekuatan elemen ini,
Komunikasi dengan Bisnis, pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa, terlebih
jika kita berhasil menguasai penyatuan keduanya ini.
Namun, sebenarnya apakah komunikasi bisnis ini????
Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.
Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.
Karena Komunikasi bisnis ini merupakan komunikasi yang
terjadi di dunia bisnis, kita tidak boleh melanggar norma-norma yang ditetapkan
oleh dunia bisnis ketika melakukan komunikasi. Biasanya komunikasi bisnis
memiliki aturan yang ketat, keras, formal, terstatndar dan tanpa toleransi.
Dengan timbulnya situasi ” Ekonomic Of Relatife Plenty
” dewasa ini pengusaha harus berusaha untuk menutup jurang yang terbentang
antara produsen dengan masyarakat konsumen selaku pembeli atau pemakai barang
dan jasa yang dihasilkan. Menjadi tugas dan tanggung jawabnya selaku seorang
pengusaha untuk selalu dapat mempengaruhi besarnya permintaan akan barang
produksi perusahaannya, selalu berusaha untuk mencari pembeli yang
dihasilkannya. Sebagai pengusaha dia harus memberitakan penyempurnaan-
penyempurnaan produksi yang telah dicapinya, dimana barang yang di hasilkan
dapat di peroleh masyarakat konsumen..
Penyelenggaran komunikasi dengan pasar, merupakan
suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara
besar-basaran yang ditunjukan kepada para konsumen yang tidak dikenalnya.
Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga dapat disebut suatu syarat mutlak
bagi pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan terus
maju berkembang.
Dalam lingkungan bisnis ada aneka sarana komunikasi
perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan
konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara lain dalam
wujud pengirimin surat, pengiriman kawat, percakapan telepon, kunjungan pribadi
dll.
Jenis-jenis sarana komunikasi perdagangan yang disebut
tadi hanya sesuai bilamana dipergunakan dalam daerah pemasaran baranga dan jasa
yang ruang lingkupnya terbatas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT
Kesalah
pahaman dalam komunikasi dalam pengelolaan organisasi atau perusahaan sangat
merugikan karena jalannya koordinasi antar lini sebuah perusahaan tergantung
dengan komunikasi. Kesalah pahaman komunikasi timbul karena adanya hambatan
dalam komunikasi. Hal ini perlu diperhatikan dan dihindari demi lancarnya
sebuah komunikasi dalam organisasi.
B.
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT
1. Gagguan (noise)
Gangguan komunikasi merupakan segala
sesuatu yang menyebabkan proses komunikasi tidak lancar atau tergangg. Gangguan
komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu gangguan fisik dan gangguan semantik.
1) Gangguan fisik
Gangguan yang disebabkan oleh faktor
saluran komunikasi yang bersifat fisik. Contoh gangguan fisik dalam komunikasi
verbal adalah gangguan suara ganda atau gaung pada pengeras suara , bunyi
kendaraan, sura gaduh dan lain-lain. Dalam komunkasi non verbal , tulisan misalnya
ada halaman surat yang hilang dan huruf yang tidak jelas, sedang contoh dalam
kounikasi melalui visual, misalnya pada televisi yaitu gambar yang buram.
2) Gangguan semantik
Sematik adalah pengetahuan mengenai
pengertian kata –kata yang sebenarnya dan perubahan pengertiannya kata. Suatu
kata mempunyai pengeriannya denotatif dan komotatif. Pengertian denotatif
adalah pengertian suatu kata yang terdapat dalam kamus dan secara umum diterima
oleh orang-orang yang mempunyai bahasa dan kebudayaan yang sama. Pengertian
konotatuf adalah pengertian yang bersifat emosional dan evaluatif yang
disebabkan latar belakang dan pengalaman seseorang.
Gangguan yang berkenaan dengan
pengguanaan kata atau bahasa yag tidak tepat sehingga pengertianya menjadi
tidak seperti yang dimaksud oleh komunikator. Karena orag-orang yang terlibat
dalam komunikasi menginterpretasikan kata atau bahasa yang yang digunakan utuk
menyalurkan pesan dengan berbagai cara, maka dapat terjadi mereka mempunyai
pengertian yang berbeda.
2. Kepentingan (interest)
Kepentingan akan membuat seseorang
selektif dalam mengartikan dan menganggapi suat pesan. Lebih dari ritu,
kepentingan akan menentukan daya tangkap, perasaan, pikiran dan tingkah laku
seseorang. Orang cenderung memperhatikan pesan yang ada hubunganya dengan
kepentingan dirinya. Contoh, Titik Sulastri adalah kryawan Bank Danamon . pada
tahun 1998 bank tersebut bersama beberapa bank lain masuk dal pengawasan BPPN.
Pada saat ada pengumuman bank-bank terlikuidasi, maka Titik Sulastri akan
cenderunguntuk memerhatikan apakah banknya masuk dalam daftar bank terlikuidasi
atau tidak. Setelah baknya ternyata tidak terkuilidasi baru, perhatiannya
meluas ke bank-bank lain yang terlikuidasi, tetapi pada saat pengumuman, semua
perhatiannya akan tercurah pada bankya sendiri.
Demikian apabila pesan tersebut
tidak sesuai atau bertentangan dengan kepentingan diriya, maka orang tersebut menanggapi
dengan tidak sungguh-sungguh atau mengemukakan alasan-alasan yang tersembunyi.
Sebagai contohnya, seseorang karyawa yang naik pangkat larena kolusi, dimana
karyawan tersebut bsecara akadems dan ketrampiln tidak layak untuk menduduki
jabatan tersebut secara akademisdan ketrampilan tidak layak untuk menduduki
jabatan tersebut, ketika bagian sumberdaya manusia mengusulkanuntuk memilih
orang sesuai dengan syarat-syara yag di tentukan, ia akan mengemukakan
alasan-alasan yang sebenarnya menghendaki agar meskioun secara akademik dan
ketrampilan tidak layak tetapi tetap dapat menduduki posisi tersebut.
3. Motivasi
Motivasi akan mendorong seseorang
untuk berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan dan kebutuhanya. Demikian pula
dalam komunikasi, motivasi orang tersebut akan menentukan intesitas taggapan
seseorang terhadap pesan yang dikomunikasikan. Namun keinginnan seseorang akan
berbeda dengan orang lain, bahkan pada diri seseorang kebutuhan dan keinginanya
dapat berbeda pula.
Oleh karena itu intesitas tanggapan
seseorang dapat berbeda dengan orang lain, dan dapat berbeda dari waktu
kewaktu. Seberapa tingkat intesitas dan seberapa tingkat penerimaan seseoag
dengan pesan yang dikomunikasikan tergantung beberapa tingkat kesesuian pesan tersebut dengan motivasinya.
Semakin sesuai pesan dengan motivasi seseorang , semakin tinggi intesitas dan
semikin besar memberikan umpan balik yang semu, seolah-olah komunikan penuh
perhatian terhadap apa yang dikomunikasikan. Hal ini sering dilaukan untuk
menyenangkan komunikator atau komunikan mempnyai maksud-maksud tertentu.
Misalnya, seorang mahsiswa yang nampak penuh perhatian degan apa yag
didiskusikan di kelas, hanya untuk menyenangkan dosennya seorang bawahan yang
nampak antusias mendengaran instruksi atasan , padahal sebanarnya tidak setuju.
Hal ini dilakukan karena ia tidak mau kelihatan berbeda pendapat degan atasan,
sehingga kenaikan karir dapat tertunda.
4. Prasangka
Prasangka seseorag terhadap suatu
masalah atau terhadap seseorang pada umumnya ditentukan oleh term of reference
(kerangka pikir) orang tersebut. Prasangka ini menjadi salah satu hambatan
dalam komunikasi, karena meskipun belum ada yang dikomunikasikan, orang
tersebut sudah bersikap curiga, tidak percaya dan menentang apa yang akan
dikomunikasikan. Mengapa demikian? Karena adanya prasangka ini membuat seseorang menarik kesimpulan berdasar
emosi dan bersifat subyektif, sehingga orang menjadi tidak rasional lagi.
Seseorang yang seribg berkata
bohong, pada suatu saat berkata jujur tetapi apa yang di katakanya itu akan dianggap bohng pula.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Komunikasi
dilihat dari sudut pandang organisasi, sesungguhnya merupakan salah satu perilaku
organisasi. Secara umum menjelaskan bahwa komunikasi mencakup seluruh aktivitas
manusia, dalam komunikasi terjadi pertukaran pesan yang dihasilkan dari
pembagian makna antara pengirim pesan dengan penerima pesan”.
Namun
dalam kenyataanya komunikasi tidak semulus yang dibayangkan. Ada beberapa
faktor-faktor penghambat,diantaranya:
·
Gangguan ( noise )
1.
Gangguan fisik
2.
Gangguan semantik
·
Kepentingan (interest )
·
Motivasi
·
Prasangka
B. Saran
Kami
menyadari bahwa dalam penyusunan makalh ini masih jauh dari ksempurnaan.
Olehnya itu, kami mmbuka diri untuk menerima kritik dan saran dari pembaca yang
siftnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Sri Haryani: Komunikasi
Bisnis, Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN, 2001.
http://munabarakati.blogspot.co.id/2014/11/faktor-faktor-penghambat-dalam.html