Kamis, 30 Maret 2017

KOMUNIKASI BISNIS


 

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT KOMUNIKASI

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah

KOMUNIKASI BISNIS

HAMBATAN KOMUNIKASI

 


 

Dosen:

Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd

NIDN. 0307067203

 

Oleh:

Aisyah Novianti (20153124340350009)

Novi Andriyani (163124340350010)

 

 

Fakultas Ekonomi

Program Studi Akuntansi

 

U n i v e r s i t a s  M p u  T a n t u l a r

Jl. Cipinang Muara Besar No 2 Jakarta Timur

 

 

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulilllah kami haturkan Kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Hidayahnya yang diberikan kepada kami sehingga dapat merampungkan tulisan ataupun makalah yang menjadi tugas kelompok kami.

 

            Makalah ini merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Komunikasi Bisnis dengan dosen yaitu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd. yang dipercayakan kepada kelompok kami yang pada dasarnya mengulas tentang Faktor-Faktor Yang Menghambat Komunikasi yang secara garis besarnya membahas tentang hal-hal yang dapat menghambat komunikasi.

 

            Kami menyadari bahwa dengan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki, materi ulasan yang kami sajikan masih jauh dari kesempuranaan dalam hal ini masih sangat sederhana sehingga tentunya tak akan luput dari kesalahan dan kehilafan. Oleh karena itu, kami menghargai segala bentuk masukan dan kritik dari rekan-rekan ataupun pihak lain untuk lebih membangun dan menyegarkan wawasan yang lebih bijaksana di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang kompetitif.

 

            Tidak ada kata yang patut kami ucapkan selain rasa terima kasih yang mendalam bagi dosen yang telah memberikan bimbingan dan arahannya yang insya Allah kelak menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana yang kami harapkan.

 

 

                                                                                                Jakarta, 30 Maret 2017

 

 

 

                                                                                                         Penyusun.

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang

 

 Seperti yang kita ketahui bersama jika komunikasi merupakan elemen terpenting yang diberikan tuhan kepada manusia, karena dengan komunikasi kita menjadi mahluk hidup bukan benda lagi, komunikasi bisa menghidupkan nyawa sosial yang menjadi harapan kita untuk tetap berperan sebagai manusia

Selain komunikasi ada juga faktor penting yang harus kita lakukan, yaitu bisnis, yah bisnis, karena dengan bisnis kita bisa menghasilkan simbiosis mutualisme untuk memenuhi kebutuhan dan hasrat hidup kita sebagai manusia.Jika komunikasi adalah elemen yang membedakan kita sebagai makhluk hidup dengan benda, bisnis juga merupakan elemen penting yang tidak hanya membedakan kita dengan benda, tetapi juga membedakan kita sebagai manusia dengan hewan.

Nah, jika kita gabungkan dua kekuatan elemen ini, Komunikasi dengan Bisnis, pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa, terlebih jika kita berhasil menguasai penyatuan keduanya ini.

Namun, sebenarnya apakah komunikasi bisnis ini????
Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.

Karena Komunikasi bisnis ini merupakan komunikasi yang terjadi di dunia bisnis, kita tidak boleh melanggar norma-norma yang ditetapkan oleh dunia bisnis ketika melakukan komunikasi. Biasanya komunikasi bisnis memiliki aturan yang ketat, keras, formal, terstatndar dan tanpa toleransi.

Dengan timbulnya situasi ” Ekonomic Of Relatife Plenty ” dewasa ini pengusaha harus berusaha untuk menutup jurang yang terbentang antara produsen dengan masyarakat konsumen selaku pembeli atau pemakai barang dan jasa yang dihasilkan. Menjadi tugas dan tanggung jawabnya selaku seorang pengusaha untuk selalu dapat mempengaruhi besarnya permintaan akan barang produksi perusahaannya, selalu berusaha untuk mencari pembeli yang dihasilkannya. Sebagai pengusaha dia harus memberitakan penyempurnaan- penyempurnaan produksi yang telah dicapinya, dimana barang yang di hasilkan dapat di peroleh masyarakat konsumen..

Penyelenggaran komunikasi dengan pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara besar-basaran yang ditunjukan kepada para konsumen yang tidak dikenalnya. Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga dapat disebut suatu syarat mutlak bagi pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan terus maju berkembang.

Dalam lingkungan bisnis ada aneka sarana komunikasi perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara lain dalam wujud pengirimin surat, pengiriman kawat, percakapan telepon, kunjungan pribadi dll.

Jenis-jenis sarana komunikasi perdagangan yang disebut tadi hanya sesuai bilamana dipergunakan dalam daerah pemasaran baranga dan jasa yang ruang lingkupnya terbatas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   DEFINISI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT

                Kesalah pahaman dalam komunikasi dalam pengelolaan organisasi atau perusahaan sangat merugikan karena jalannya koordinasi antar lini sebuah perusahaan tergantung dengan komunikasi. Kesalah pahaman komunikasi timbul karena adanya hambatan dalam komunikasi. Hal ini perlu diperhatikan dan dihindari demi lancarnya sebuah komunikasi dalam organisasi.

 

B. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT

1.      Gagguan (noise)

Gangguan komunikasi merupakan segala sesuatu yang menyebabkan proses komunikasi tidak lancar atau tergangg. Gangguan komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu gangguan fisik dan gangguan semantik.

 

1)      Gangguan fisik

Gangguan yang disebabkan oleh faktor saluran komunikasi yang bersifat fisik. Contoh gangguan fisik dalam komunikasi verbal adalah gangguan suara ganda atau gaung pada pengeras suara , bunyi kendaraan, sura gaduh dan lain-lain. Dalam komunkasi non verbal , tulisan misalnya ada halaman surat yang hilang dan huruf yang tidak jelas, sedang contoh dalam kounikasi melalui visual, misalnya pada televisi yaitu gambar yang buram.

 

2)      Gangguan semantik

Sematik adalah pengetahuan mengenai pengertian kata –kata yang sebenarnya dan perubahan pengertiannya kata. Suatu kata mempunyai pengeriannya denotatif dan komotatif. Pengertian denotatif adalah pengertian suatu kata yang terdapat dalam kamus dan secara umum diterima oleh orang-orang yang mempunyai bahasa dan kebudayaan yang sama. Pengertian konotatuf adalah pengertian yang bersifat emosional dan evaluatif yang disebabkan latar belakang dan pengalaman seseorang.

Gangguan yang berkenaan dengan pengguanaan kata atau bahasa yag tidak tepat sehingga pengertianya menjadi tidak seperti yang dimaksud oleh komunikator. Karena orag-orang yang terlibat dalam komunikasi menginterpretasikan kata atau bahasa yang yang digunakan utuk menyalurkan pesan dengan berbagai cara, maka dapat terjadi mereka mempunyai pengertian yang berbeda.

 

2.      Kepentingan (interest)

Kepentingan akan membuat seseorang selektif dalam mengartikan dan menganggapi suat pesan. Lebih dari ritu, kepentingan akan menentukan daya tangkap, perasaan, pikiran dan tingkah laku seseorang. Orang cenderung memperhatikan pesan yang ada hubunganya dengan kepentingan dirinya. Contoh, Titik Sulastri adalah kryawan Bank Danamon . pada tahun 1998 bank tersebut bersama beberapa bank lain masuk dal pengawasan BPPN. Pada saat ada pengumuman bank-bank terlikuidasi, maka Titik Sulastri akan cenderunguntuk memerhatikan apakah banknya masuk dalam daftar bank terlikuidasi atau tidak. Setelah baknya ternyata tidak terkuilidasi baru, perhatiannya meluas ke bank-bank lain yang terlikuidasi, tetapi pada saat pengumuman, semua perhatiannya akan tercurah pada bankya sendiri. 

Demikian apabila pesan tersebut tidak sesuai atau bertentangan dengan kepentingan diriya, maka orang tersebut menanggapi dengan tidak sungguh-sungguh atau mengemukakan alasan-alasan yang tersembunyi. Sebagai contohnya, seseorang karyawa yang naik pangkat larena kolusi, dimana karyawan tersebut bsecara akadems dan ketrampiln tidak layak untuk menduduki jabatan tersebut secara akademisdan ketrampilan tidak layak untuk menduduki jabatan tersebut, ketika bagian sumberdaya manusia mengusulkanuntuk memilih orang sesuai dengan syarat-syara yag di tentukan, ia akan mengemukakan alasan-alasan yang sebenarnya menghendaki agar meskioun secara akademik dan ketrampilan tidak layak tetapi tetap dapat menduduki posisi tersebut.

 

 

3.      Motivasi

Motivasi akan mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan dan kebutuhanya. Demikian pula dalam komunikasi, motivasi orang tersebut akan menentukan intesitas taggapan seseorang terhadap pesan yang dikomunikasikan. Namun keinginnan seseorang akan berbeda dengan orang lain, bahkan pada diri seseorang kebutuhan dan keinginanya dapat berbeda pula.

Oleh karena itu intesitas tanggapan seseorang dapat berbeda dengan orang lain, dan dapat berbeda dari waktu kewaktu. Seberapa tingkat intesitas dan seberapa tingkat penerimaan seseoag dengan pesan yang dikomunikasikan tergantung beberapa tingkat  kesesuian pesan tersebut dengan motivasinya. Semakin sesuai pesan dengan motivasi seseorang , semakin tinggi intesitas dan semikin besar memberikan umpan balik yang semu, seolah-olah komunikan penuh perhatian terhadap apa yang dikomunikasikan. Hal ini sering dilaukan untuk menyenangkan komunikator atau komunikan mempnyai maksud-maksud tertentu. Misalnya, seorang mahsiswa yang nampak penuh perhatian degan apa yag didiskusikan di kelas, hanya untuk menyenangkan dosennya seorang bawahan yang nampak antusias mendengaran instruksi atasan , padahal sebanarnya tidak setuju. Hal ini dilakukan karena ia tidak mau kelihatan berbeda pendapat degan atasan, sehingga kenaikan karir dapat tertunda.

 

 

4.      Prasangka

Prasangka seseorag terhadap suatu masalah atau terhadap seseorang pada umumnya ditentukan oleh term of reference (kerangka pikir) orang tersebut. Prasangka ini menjadi salah satu hambatan dalam komunikasi, karena meskipun belum ada yang dikomunikasikan, orang tersebut sudah bersikap curiga, tidak percaya dan menentang apa yang akan dikomunikasikan. Mengapa demikian? Karena adanya prasangka ini  membuat seseorang menarik kesimpulan berdasar emosi dan bersifat subyektif, sehingga orang menjadi tidak rasional lagi.

Seseorang yang seribg berkata bohong, pada suatu saat berkata jujur tetapi apa yang di katakanya  itu akan dianggap bohng pula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

A.       Kesimpulan

Komunikasi dilihat dari sudut pandang organisasi, sesungguhnya merupakan salah satu perilaku organisasi. Secara umum menjelaskan bahwa komunikasi mencakup seluruh aktivitas manusia, dalam komunikasi terjadi pertukaran pesan yang dihasilkan dari pembagian makna antara pengirim pesan dengan penerima pesan”.

            Namun dalam kenyataanya komunikasi tidak semulus yang dibayangkan. Ada beberapa faktor-faktor penghambat,diantaranya:

·         Gangguan ( noise )

1.      Gangguan fisik

2.      Gangguan semantik

·         Kepentingan (interest )

·         Motivasi

·         Prasangka

 

 

B. Saran

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalh ini masih jauh dari ksempurnaan. Olehnya itu, kami mmbuka diri untuk menerima kritik dan saran dari pembaca yang siftnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sri Haryani: Komunikasi Bisnis, Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN, 2001.

http://munabarakati.blogspot.co.id/2014/11/faktor-faktor-penghambat-dalam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar